Kemerdekaan Tak Hanya Dirayakan, Lapas Narkotika Pamekasan Hadir untuk 125 Tukang Becak
Kemerdekaan Tak Hanya Dirayakan, Lapas Narkotika Pamekasan Hadir untuk 125 Tukang Becak
A-SATU.ID | PAMEKASAN — Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan panggung besar dan seremoni. Di halaman Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Rabu (12/8/2026), makna kemerdekaan justru hadir dalam bentuk yang sederhana: beras dan bantuan untuk para pekerja kecil.
Sebanyak 125 tukang becak menerima paket bantuan dalam bakti sosial yang digelar jajaran Lapas Narkotika Pamekasan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setiap penerima membawa pulang satu paket beras 5 kilogram dan uang tunai Rp50.000.
Bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari kayuhan becak, kepedulian tersebut memiliki arti tersendiri.
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Pamekasan, Kusnan, bersama jajaran pejabat struktural dan staf.
Para tukang becak tampak antusias mengikuti kegiatan. Senyum dan ucapan terima kasih mewarnai halaman depan Lapas saat bantuan diserahkan.
Bagi Kusnan, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kepedulian yang dapat dirasakan masyarakat.
“Momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya kita rayakan dengan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Kusnan.
Menurutnya, para tukang becak merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang selama ini hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Karena itu, Lapas Narkotika Pamekasan ingin menunjukkan bahwa keberadaan institusi pemasyarakatan bukan hanya berkaitan dengan tugas pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas Narkotika Pamekasan hadir dan peduli terhadap masyarakat, khususnya para tukang becak,” katanya.
Kusnan berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima.
“Kami berharap bantuan sederhana ini dapat sedikit meringankan kebutuhan bapak-bapak sekalian. Semoga semangat berbagi dan gotong royong seperti ini terus terjaga,” ujarnya.
Dari halaman Lapas Narkotika Pamekasan, pesan kemerdekaan itu pun menjadi sederhana: ketika kemerdekaan dirayakan, jangan sampai mereka yang setiap hari bekerja keras justru dilupakan.
Sebanyak 125 tukang becak menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI. Bukan sekadar sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan semangat kemerdekaan.
Semangat Kemerdekaan. Semangat Berbagi. Semangat Memberi Manfaat. (Fit)
